Krisis Air Bersih di Jawa Barat Meluas, 25 Daerah Terdampak Kekeringan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Krisis air bersih akibat kekeringan panjang di Jawa Barat semakin meluas. Data BPBD Provinsi Jawa Barat per 18 Agustus 2026 mencatat 25 dari 27 kabupaten/kota terdampak, meliputi 387 desa/kelurahan di 175 kecamatan. Total 160.862 kepala keluarga atau 519.687 jiwa mengalami kesulitan akses air bersih. Kabupaten Bogor menjadi daerah paling parah dengan 180 ribu jiwa (55 ribu KK) di 123 desa tersebar 30 kecamatan. Wilayah lain yang berat terdampak meliputi Bekasi, Purwakarta, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Bandung. Hanya Cirebon dan Kuningan yang belum melaporkan krisis.
Pemerintah daerah dan instansi lintas sektor telah mendistribusikan total 11,12 juta liter air bersih. Kabupaten Bogor menerima alokasi terbesar >1,7 juta liter. BPBD Tasikmalaya menyalurkan 437.000 liter untuk 45.654 jiwa di 23 kecamatan. Pemkab Serang menetapkan status siaga darurat kekeringan selama satu bulan. BMKG melaporkan 76,5% wilayah Indonesia memasuki musim kemarau akibat fenomena El Nino kuat, memperparah kondisi. Koordinasi antarlembaga terus diperkuat untuk memastikan pasokan air sampai ke pelosok daerah terdampak.
Bagikan
Berita terkait
Krisis Air di Tasikmalaya Meluas, BPBD Pasok 437 Ribu Liter Air Bersih
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.15
Pemprov Jabar Salurkan 8,7 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 13.00
Petaka El Nino Makin Parah, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya di Indonesia
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 15.30
23 Kabupaten/Kota di Jabar Dilanda Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 09.00