Krisis Ekonomi Iran: Hidup Layak Jadi Mimpi Buruk di Tengah Sanksi dan Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tahun 2026, ekonomi Iran mengalami krisis berat akibat sanksi internasional, blokade maritim, dan konflik dengan AS. Inflasi tahunan mencapai 89%, sementara harga pangan melonjak lebih dari 127%. Rial Iran terus merosot, dengan nilai 1,37 juta rial per dolar AS. Keluarga di Teheren seperti Bardia (23 tahun) harus bertahan dengan pendapatan Rp5,5 juta/bulan, hanya dapat membeli daging sekali setiap 6-8 minggu. Generasi muda merasa nasib lebih buruk daripada orang tuanya, dengan hak palsu untuk membeli rumah, mobil, atau ponsel baru. Pemerintah menaikkan harga BBM, memperparah kemiskinan. Meskipun ada ekspektasi perdamaian, Iran tetap menolak bernegosiasi dengan AS hingga sanksi dicabut.
Bagikan
Berita terkait
Iran Temukan Harta Karun Cadangan Gas Raksasa, Bisa Hasilkan Miliaran Dolar AS
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 12.07
Pemerintah Didesak Tinjau Subsidi BBM
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.43
Warga Gaza Terpaksa Sewa Generator per Jam demi Air Bersih
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 21.17
Harga Minyak Dunia Melejit, Harga BBM Pertamax Diramal Bisa Rp20.000
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.40