Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Krisis Ekonomi Iran: Hidup Layak Jadi Mimpi Buruk di Tengah Sanksi dan Perang

Di tahun 2026, ekonomi Iran mengalami krisis berat akibat sanksi internasional, blokade maritim, dan konflik dengan AS. Inflasi tahunan mencapai 89%, sementara harga pangan melonjak lebih dari 127%. Rial Iran terus merosot, dengan nilai 1,37 juta rial per dolar AS. Keluarga di Teheren seperti Bardia (23 tahun) harus bertahan dengan pendapatan Rp5,5 juta/bulan, hanya dapat membeli daging sekali setiap 6-8 minggu. Generasi muda merasa nasib lebih buruk daripada orang tuanya, dengan hak palsu untuk membeli rumah, mobil, atau ponsel baru. Pemerintah menaikkan harga BBM, memperparah kemiskinan. Meskipun ada ekspektasi perdamaian, Iran tetap menolak bernegosiasi dengan AS hingga sanksi dicabut.

Berita terkait