Krisis Kilang Global, Harga BBM Terancam Tetap Tinggi meski Harga Minyak Turun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Krisis kilang global menyebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang, meski harga minyak mentah berpotensi turun. Kapasitas kilang untuk memproduksi bensin dan solar sangat terbatas akibat gangguan pasokan dari konflik geopolitik, yang mengakibatkan banyaknya pasokan hilang dari pasar.
Darren Woods, CEO Exxon Mobil, menjelaskan bahwa hampir seluruh kilang minyak saat ini beroperasi mendekati kapasitas maksimum, sehingga peluang untuk meningkatkan produksi bahan bakar menjadi sangat terbatas. Industri memerlukan waktu untuk keluar dari kondisi ini. Mike Wirth, CEO Chevron, menambahkan bahwa kilang Chevron beroperasi pada tingkat produksi tertinggi dalam sejarah perusahaan dengan utilisasi lebih dari 97%, namun krisis pasokan diperkirakan belum akan mereda hingga kuartal III 2026 atau bahkan lebih lama.
Penyebab keterbatasan kapasitas kilang meliputi penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang menghilangkan sekitar 3 juta barel per hari kapasitas pengolahan minyak dunia. Selain itu, pembatasan ekspor produk minyak oleh China dan Rusia, serta serangan terhadap fasilitas kilang Rusia akibat konflik dengan Ukraina, menyebabkan sedikitnya 5 juta barel per hari kapasitas pengolahan global tidak beroperasi.
Bagikan
Berita terkait
Resmi, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 15 Agustus
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 11.33
Iran Serukan AS Akui Kekalahan dalam Perang: Terimalah Kenyataan!
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.22
Iran Respons Keras Trump yang Akan Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 11.14
Iran Tepis Trump Soal Klaim Selat Hormuz Wilayah AS: Akan Tetap Milik Iran!
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.29