Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kubik Leadership Soroti Pentingnya

Di era yang diukur dengan matriks dan KPI, para pemimpin bisnis menghadapi ancaman kelelahan batin (burnout) dan krisis makna. Hal ini dibahas dalam Indonesia Leadership Scale Up 2026, yang dihadiri lebih dari 600 CEO, business owner, dan manajer. Kepala BRIN, Prof Arif Satria, menyoroti banyak pemimpin terjebak menjadi mesin pencetak angka, sehingga mengikis energi jiwa dan integritas. Solusinya menurutnya harus dimulai dari kejernihan batin, bukan sekadar revisi strategi.

Berbagai solusi ditawarkan, termasuk kerangka kepemimpinan spiritual. Jamil Azzaini meluncurkan buku 'Spiritual Leadership' sebagai peta jalan batin untuk menghidupkan kembali makna dalam organisasi. Contoh praktis dari Salman Subakat (ParagonCorp) yang menerapkan kepedulian tulus, dan Ira Puspadewi (ASDP) yang menggunakan prinsip 'Surrender with Action.' Coach Fahmi juga menekankan pentingnya membangun rasa memiliki untuk menghindari micromanagement yang melelahkan.

Acara tersebut mengusung tema 'Jiwa Dulu, Baru Angka', mengajak pemimpin untuk memulai dari kedalaman batin demi kepemimpinan yang berdaya tahan dan berdampak berkelanjutan bagi Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait