Kupas Tuntas Strategi Penguatan Sektor EV di Tengah Disrupsi Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri otomotif Indonesia menghadapi tantangan lesunya penjualan kendaraan, terganggu rantai pasok global, dan melemahnya nilai tukar Rupiah yang memperkuat biaya impor. Di tengah gejolak geopolitik, pemerintah perlu memberikan dukungan strategis untuk menguatkan sektor kendaraan listrik (EV) dan menjaga ketahanan industri otomotif secara keseluruhan. Acara Coffee Morning CNBC Indonesia bersama Bank DBS pada 16 September 2026 akan membahas kebijakan dan tantangan pengembangan ekosistem mobil listrik di Indonesia. Hadirnya para perwakilan Kementerian Perindustrian, Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik, Bank DBS, dan sektor otomotif akan menyampaikan langkah konkret dalam memperkuat rantai nilai industri otomotif. Tema acara 'Beyond EV: Building a Resilient Automotive Ecosystem Amid Global Supply Chain Shifts' menekankan kolaborasi antar pemangku kepentingan demi mewujudkan ketahanan industri yang tangguh.
Bagikan
Berita terkait
Top 3: Pemerintah Prioritaskan Insentif Mobil Listrik untuk Merek Nasional
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 06.30
Mampu Libas Segala Medan, JAC Motors Perkenalkan Dua Mobil Listrik untuk Industri Pertambangan
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 12.53
BAIC T1 Resmi Mengaspal di Indonesia, Mobil Listrik Pertama Siap Bersaing
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 18.50
Wuling Hadapi Tantangan Baru, Pasar Mobil Listrik Kian Ramai
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 19.30