Laba Pupuk Indonesia Melesat Saat Harga Subsidi Turun, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan laba bersihnya hingga Rp 8,5 triliun pada semester I-2026, meski sedang menerapkan kebijakan penurunan harga pupuk subsidi. Direktur Utama Rahmad Pribadi menjelaskan, peningkatan ini disebabkan oleh perubahan skema dari cost plus ke marked to market, yang mendorong efisiensi operasional yang lebih besar. Dengan efisiensi tersebut, Pupuk Indonesia mampu menurunkan harga eceran pupuk sebesar 20%, sekaligus meningkatkan nilai tukar petani. Perubahan ini dianggap sebagai terobosan pemerintah agar petani mendapatkan pupuk yang lebih murah, sementara industri pupuk tetap sehat dan sektor pangan nasional lebih kuat.
Transformasi skema pengelolaan bisnis ini tidak hanya meningkatkan profitabilitas perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada petani. Hingga kini, alokasi pupek bersubsidi sebesar 9,8 juta ton telah terserap 5,7 juta ton. Pupuk Indonesia juga melihat peluang ekspor yang besar ke pasar seperti Australia, Filipina, Thailand, dan India. Rahmad menegaskan, transformasi perusahaan akan terus dilanjutkan untuk memastikan industri pupuk tetap kuat menopang kebutuhan petani Indonesia saat ini hingga masa depan.
Bagikan
Berita terkait
PT Uni-Charm Indonesia Umumkan Laporan Keuangan Positif di Semester I-2026
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 00.03
Tembus Rp 17 M, Laba PDAM Makassar Lampaui Target Tahunan Berkat Efisiensi
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.40
Efek 'Sulap' Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.52
DSI Pantau Transaksi Ekspor Tiga Komoditas Strategis Rp1.239 T
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.27