Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Laba Pupuk Indonesia Melesat Saat Harga Subsidi Turun, Ini Penyebabnya

PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan laba bersihnya hingga Rp 8,5 triliun pada semester I-2026, meski sedang menerapkan kebijakan penurunan harga pupuk subsidi. Direktur Utama Rahmad Pribadi menjelaskan, peningkatan ini disebabkan oleh perubahan skema dari cost plus ke marked to market, yang mendorong efisiensi operasional yang lebih besar. Dengan efisiensi tersebut, Pupuk Indonesia mampu menurunkan harga eceran pupuk sebesar 20%, sekaligus meningkatkan nilai tukar petani. Perubahan ini dianggap sebagai terobosan pemerintah agar petani mendapatkan pupuk yang lebih murah, sementara industri pupuk tetap sehat dan sektor pangan nasional lebih kuat.

Transformasi skema pengelolaan bisnis ini tidak hanya meningkatkan profitabilitas perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada petani. Hingga kini, alokasi pupek bersubsidi sebesar 9,8 juta ton telah terserap 5,7 juta ton. Pupuk Indonesia juga melihat peluang ekspor yang besar ke pasar seperti Australia, Filipina, Thailand, dan India. Rahmad menegaskan, transformasi perusahaan akan terus dilanjutkan untuk memastikan industri pupuk tetap kuat menopang kebutuhan petani Indonesia saat ini hingga masa depan.

Berita terkait