Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Lahan Hunian Tapak Sydney Kian Langka

Sydney menghadapi kelangkaan lahan hunian tapak yang semakin parah seiring pertumbuhan penduduk dan batasan geografis alam. Pemerintah New South Wales memproyeksikan kebutuhan 800.000 rumah tambahan hingga 2046, dengan strategi densifikasi di kawasan pusat dan pengembangan baru di Western Sydney. Sebagian besar lahan di dekat pusat ekonomi sudah terurbanisasi, sehingga pengembangan kini beralih ke pinggiran kota dan kawasan suburban seperti Roselands.

Roselands, terletak di barat daya Sydney, menjadi sorotan karena karakter hunian keluarga dan akses ke jaringan jalan M5 dan M8. Data sensus 2021 menunjukkan 53,3% keluarga di Roselands adalah pasangan dengan anak, dengan 67% hunian ditempati pemiliknya. Karakter ini menarik bagi investor jangka panjang karena permintaan tidak hanya bergantung pada siklus investasi.

Sejak April 2025 hingga Maret 2027, pemerintah Australia melarang warga asing membeli rumah yang sudah ada, sehingga proyek hunian baru menjadi lebih relevan. Investor Indonesia diminta mempertimbangkan fundamental kawasan seperti infrastruktur, akses ke pusat kota, dan profil penghuni, bukan hanya harga tinggi di kawasan populer.

Berita terkait