Lahan Hunian Tapak Sydney Kian Langka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sydney menghadapi kelangkaan lahan hunian tapak yang semakin parah seiring pertumbuhan penduduk dan batasan geografis alam. Pemerintah New South Wales memproyeksikan kebutuhan 800.000 rumah tambahan hingga 2046, dengan strategi densifikasi di kawasan pusat dan pengembangan baru di Western Sydney. Sebagian besar lahan di dekat pusat ekonomi sudah terurbanisasi, sehingga pengembangan kini beralih ke pinggiran kota dan kawasan suburban seperti Roselands.
Roselands, terletak di barat daya Sydney, menjadi sorotan karena karakter hunian keluarga dan akses ke jaringan jalan M5 dan M8. Data sensus 2021 menunjukkan 53,3% keluarga di Roselands adalah pasangan dengan anak, dengan 67% hunian ditempati pemiliknya. Karakter ini menarik bagi investor jangka panjang karena permintaan tidak hanya bergantung pada siklus investasi.
Sejak April 2025 hingga Maret 2027, pemerintah Australia melarang warga asing membeli rumah yang sudah ada, sehingga proyek hunian baru menjadi lebih relevan. Investor Indonesia diminta mempertimbangkan fundamental kawasan seperti infrastruktur, akses ke pusat kota, dan profil penghuni, bukan hanya harga tinggi di kawasan populer.
Bagikan
Berita terkait
Investor Asing Net Buy Rp1,19 Triliun di Saham RI pada Agustus 2026
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 18.22
IHSG Berakhir di Zona Merah, Ditutup Turun 0,25%
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.30
Investor Asing Jual Rp2,26 Triliun, BUMI Jadi Saham Paling Banyak Diborong
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.10
Mengenal Roselands, Kawasan yang Layak Dilirik Investor dan Pembeli Properti RI
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.18