Laporan Pentagon Ungkap Kerugian Besar AS akibat Serangan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan Pentagon mengungkap kerugian militer AS akibat serangan Iran dari akhir Februari hingga Juni 2026. AS kehilangan setidaknya 30 drone MQ-9 Reaper, ratusan bangunan di pangkalan militer, dan 11 personel tewas plus 417 terluka. Kerusakan infrastruktur militer tersebar di delapan negara kawasan Teluk, termasuk Irak, Kuwait, dan Bahrain.
Selain kerusakan fisik, laporan mengungkapkan kelangkaan amunisi dan bottleneck logistik yang menghambat operasi militer AS. Stok amunisi utama habis, memaksa penggunaan jalur transit laut ke Diego Garcia dengan siklus hingga 18 hari. Ini bertentangan dengan klaim pemerintah AS soal kemampuan produksi senjata yang optimal.
Di sektor diplomatik, kerugian mencapai US$184 juta, terutama di Irak dengan kerusakan pada Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal di Erbil. Fasilitas ini mendampar lebih dari 600 serangan, menandakan intensitas serangan Iran yang signifikan terhadap aset AS di kawasan.
Bagikan
Berita terkait
Menlu Iran Kunjungi Tiongkok saat Pentagon Ungkap Biaya Perang
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 21.13
Kebutuhan Distribusi Makin Beragam, MUAT Cargo Dorong Perencanaan Logistik yang Lebih Tepat
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 11.04
Pimpin Rapat Kabinet, Mohammed bin Salman Tegaskan Pertahanan Saudi Harga Mati
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.40
Ultah ke-78 Korut, Kim Jong Un Pastikan 'Berhubungan' dengan Rusia dan China
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 22.13