Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Lawan Tekanan AS, Rusia dan China Bersatu Bela Hak Iran Miliki Program Nuklir

Rusia dan China membela hak Iran menjalankan program nuklir damai. Mereka menolak tekanan AS agar Teheran menghentikan aktivitas nuklir. Rusia menegaskan hak Iran mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai adalah hak tak ternegosiasikan berdasarkan hukum internasional. Mikhail Ulyanov, Wakil Tetap Rusia untuk OI di Wina, mengecam posisi AS yang didasarkan pada asumsi keliru mengenai norma nonproliferasi serta mandat IAEA. Iran tidak berkewajiban meninggalkan program nuklirnya. Putin menyatakan proposal memindahkan uranium Iran yang telah diperkaya ke Rusia masih tersedia, mengingat AS pada awalnya menyetujui gagasan tersebut tetapi kemudian memperketat posisinya. China juga mendukung posisi Rusia dalam hal ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait