Lawan Tekanan AS, Rusia dan China Bersatu Bela Hak Iran Miliki Program Nuklir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rusia dan China membela hak Iran menjalankan program nuklir damai. Mereka menolak tekanan AS agar Teheran menghentikan aktivitas nuklir. Rusia menegaskan hak Iran mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai adalah hak tak ternegosiasikan berdasarkan hukum internasional. Mikhail Ulyanov, Wakil Tetap Rusia untuk OI di Wina, mengecam posisi AS yang didasarkan pada asumsi keliru mengenai norma nonproliferasi serta mandat IAEA. Iran tidak berkewajiban meninggalkan program nuklirnya. Putin menyatakan proposal memindahkan uranium Iran yang telah diperkaya ke Rusia masih tersedia, mengingat AS pada awalnya menyetujui gagasan tersebut tetapi kemudian memperketat posisinya. China juga mendukung posisi Rusia dalam hal ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 13.11
Iran Babak Belur Dibombardir Amerika & Israel, Rusia Hanya Beri Bantuan Diplomatik
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 11.15
AS Sanksi Industri Otomotif dan Kereta Iran
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.58
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.14
Perang Iran Tak Kunjung Usai, AS Kirim Kapal Induk ke-3 ke Timur Tengah
Berita terkait
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 22 September 2026 pukul 17.43
Tok! Rusia dan China Veto Resolusi AS soal Iran di Dewan Keamanan PBB
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.10
Satelit Mata-mata Rusia Diduga Bantu Iran Targetkan Aset Militer AS
Detik.com · 17 September 2026 pukul 12.37
Pertama Kali, AS Akui Tempatkan Senjata di Luar Angkasa
Detik.com · 15 September 2026 pukul 11.08