Lebih dari 250 Hari Bertugas, Prajurit di Kapal Induk USS Abraham Lincoln Hadapi Krisis Sanitasi dan Depresi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan personel militer Amerika Serikat di kapal induk USS Abraham Lincoln menghadapi krisis kesehatan dan sanitasi setelah lebih dari 250 hari berlayar tanpa singgah. Masalah mencakup kekurangan makanan, fasilitas sanitasi rusak seperti kamar mandi berjamur dan toilet tidak berfungsi, serta tekanan mental yang meningkat akibat kelelahan dan ketiadaan istirahat di daratan. Prajurit melaporkan porsi makan yang sangat kecil, minimnya perlengkapan higiene, dan gangguan pengiriman surat yang menyebabkan paket bantuan hilang.
Para anggota Kongres, termasuk Senator Richard Blumenthal dan Anggota DPR Mike Levin, mendesak Pentagon untuk bertindak cepat dengan merinci kondisi di atas kapal. Penugasan yang awalnya dijadwalkan berakhir pada Mei telah diperpanjang tanpa kepastian kepulangan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan situasi telah disalahartikan dan menjamin pasokan memadai, sementara Angkatan Laut AS membantah peningkatan percobaan bunuh diri namun memprioritaskan pengiriman bahan kritis. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan armada mempertahankan operasional dalam kondisi ekstrem.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.33
Yang Diketahui soal Petaka di Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.50
Masa Tugas Awak USS Abraham Lincoln Tembus 260 Hari, Trump: Belum Cukup Lama
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.15
Trump Minta Kapal Induk AS Balik Pakai Teknologi Jadul, Kenapa?
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 06.54
7 Tentara AS Dilaporkan Tewas Bentrokan di Kapal Induk Abraham Lincoln, Ini Kronologinya
Berita terkait
Bos Centcom Akui Masalah Kesehatan Mental di Kapal Induk USS Lincoln
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 21.00
Tak Siap Tekan Timur Tengah, Kapal Induk AS Tak Cukup Angkut Militer
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 16.17
Kapal Induk AS Berkarat Usai 8 Bulan Tempur, Berlabuh di Tetangga RI
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.10
Donald Trump Dipertimbangkan Jadi Nama Kapal Induk Baru AS
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 16.35