Ledakan yang Renggut Ribuan Nyawa Ini Masih Misterius
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ledakan truk pengangkut dinamit di Cali, Kolombia, pada 7 Agustus 1956 pukul 01.05 waktu setempat menjadi salah satu bencana paling kelam dalam sejarah negara itu. Ledakan berasal dari tujuh truk militer Tentara Nasional yang membawa 42 ton dinamit dari Buenaventura menuju Bogotá untuk proyek pekerjaan umum. Saat itu sekitar 240.000 penduduk sedang tertidur. Ledakan menghancurkan sejumlah gedung militer seperti Batalyon Codazzi, Polisi Militer, dan Brigade Ketiga. Delapan blok di sektor pemerintahan dan komersial hancur total, tiga blok lain rusak berat, dan kerugian material ditaksir mencapai seratus juta peso.
Jumlah korban diperkirakan antara 2.000 hingga 15.000 orang meninggal, sementara 4.000 orang mengalami luka-luka. Peristiwa ini juga berdampak politik besar. Masyarakat terpolarisasi karena berbeda pendapat soal penyebab ledakan, dan peristiwa ini disebut menjadi salah satu faktor jatuhnya pemerintahan Jenderal Gustavo Rojas Pinilla sembilan bulan kemudian. Dokumentasi foto sempat ingin disita oleh dinas intelijen (SIC) untuk mengurangi pemberitaan tentang besarnya bencana.
Hingga kini penyebab pasti ledakan masih misterius. Beberapa versi yang muncul antara lain pemanasan berlebih pada truk, kesalahan penanganan proyektil, hingga dugaan sabotase politik yang merupakan versi resmi pemerintah saat itu.
Bagikan
Berita terkait
Korban Tewas Akibat Gempa di Kolombia Bertambah Menjadi 285 Jiwa
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 05.00
Update "Gempa Terkuat Abad 21" Kolombia, 250 Tewas-100 Gempa Susulan
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.55
8 Jam Menembus Domei dan Berita Kemerdekaan yang Tak Serentak
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.20
Pertamina Patra Niaga Peduli NTT, Sumbangkan Rp81/liter Pembelian BBM Pertamax & Dex Series untuk Korban Bencana
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 06.15