Ketika Krakatau Memicu Kiamat Kecil: Dentuman Dahsyat yang Bikin Bulan Jadi Biru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1348183/original/072330000_1474115602-20160917-Krakatau.jpg)
Letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 merupakan peristiwa vulkanik paling dahsyat dalam sejarah. Ledakan besar dengan kekuatan setara 100 megaton atau 13.000 kali bom atom memicu gelombang air terbesar di dunia yang meninggalkan dinding air setinggi 36,5 meter. Bunyi ledakan terdengar hingga 4.600 km, menjadikan korban mencapai 120.000 orang. Letusan membanjiri atmosfer abu vulkanik, membuat Bulan berwarna biru dan matahari berwarna lavender serta menurunkan suhu global 1,2 derajat selama lima tahun. Letusan ini mencatat rekor sebagai bunyi paling hebat dalam sejarah manusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 10.50
Letusan Krakatau Sudah Berhenti, Pakar Geologi Beri Peringatan Baru
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 11.50
Profesor BRIN Ingatkan Mimpi Buruk Krakatau 1883, Soroti Erupsi Anak Krakatau
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 08.30
Krakatau Meletus Tertangkap Satelit, Diduga Tembus Lapisan Tropopause
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 06.15
Krakatau Meletus, Peneliti BRIN Ingatkan Petaka Besar Tahun 1883
Berita terkait
Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.11
Terdampak Abu Anak Krakatau, Anies Sampai Bisa Tulis Pesan di Mobil Berdebu
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 09.48
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pantai Carita Pandeglang Tetap Ramai Wisatawan
Detik.com · 5 September 2026 pukul 16.07
Update Kondisi Kubah Lava Anak Krakatau Pascatsunami 2018-Erupsi Terus
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.15