Legislator PKS Minta Pemerintah Tak Anggap Karhutla di Kalbar Dinamika Musiman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Legislator PKS Alifudin meminta pemerintah tidak lagi memandang kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat sebagai dinamika musiman biasa. Menurutnya, eskalasi titik api (hotspot) di wilayah tersebut telah mencapai tahap krisis yang mengancam keselamatan jiwa, keberlanjutan lingkungan, dan perekonomian warga. Laporan DPW PKS Kalbar menunjukkan dampak karhutla memicu krisis kemanusiaan, dengan ribuan warga berpotensi terkena ISPA akibat kabut asap yang mencemari udara. Bencana ini juga memperparah kekeringan air bersih, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Di sisi lain, kehancuran ekologis terjadi akibat api yang merambat ke kawasan hutan primer dan sekunder, menyebabkan banyak flora endemik dan satwa liar mati terbakar akibat kehilangan habitat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 3 September 2026 pukul 08.17
Ancaman Karhutla kembali Meningkat, Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan sepanjang September
JawaPos · 2 September 2026 pukul 22.00
Hotspot Karhutla di Kalbar dan Kalteng Kembali Melonjak, Pemerintah Pastikan jadi Prioritas Nasional
VOI · 2 September 2026 pukul 18.15
Menteri Kehutanan: Hotspot Naik, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah Prioritas
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.17
BNPB: 30 Titik Api Masih Menyala di Kalimantan Barat
Berita terkait
Polda Kalbar Tetapkan 5 Tersangka Kasus Karhutla
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 01.00
Kena Asap Karhutla, Orang Utan Ditemukan Terkapar di Kebun Warga Ketapang
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 04.49
Foto: Orang Utan Ditemukan Pingsan Akibat Karhutla di Kalbar
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 16.49
Panglima Jilah Singgung Kemungkinan Salah Tangkap Warga dalam Kasus Karhutla
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 14.15