Lestari Moerdijat Dorong Perlindungan Anak dari Ancaman Krisis Iklim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan perlunya perlindungan khusus bagi anak-anak dan kelompok rentan menghadapi dampak krisis iklim. Laporan Risiko Iklim Anak UNICEF 2026 mengungkapkan bahwa 1,1 miliar anak di dunia terpapar ancaman iklim, sementara 1,5 miliar anak menghadapi gelombang panas yang lebih lama atau sering. Anak-anak rentan mengalami dampak pada kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok akibat ekstrim iklim seperti banjir, kekeringan, dan penyakit menular.
Indonesia menempati peringkat ke-46 dari 163 negara dalam Children's Climate Risk Index 2026, menunjukkan tingginya kerentanan terhadap guncangan iklim. Data BNPB mencatat lebih dari 3.000 peristiwa bencana pada 2025 yang mempengaruhi 10,5 juta orang, termasuk 3,17 juta anak. Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 memaksa lebih dari 1 juta orang mengungsi, sebagian besar merupakan anak-anak.
Lestari Moerdijat menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Sistem perlindungan yang inklusif dan preventif harus segera diterapkan untuk mengurangi risiko seperti perdagangan manusia, perkawinan anak, dan putus sekolah akibat krisis iklim.
Bagikan
Berita terkait
Anak dan Perempuan Jadi Kelompok Rentan saat Bencana, Dibayangi Trauma serta Putus Sekolah
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 15.37
Petaka El Nino Makin Parah, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya di Indonesia
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 15.30
Menko Polkam: El Nino Percepat Kebakaran Hutan dan Lahan
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 16.58
Menghadapi El Nino Godzilla: Moratorium Bakar Lahan Demi Keselamatan Publik
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 11.28