Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Anak dan Perempuan Jadi Kelompok Rentan saat Bencana, Dibayangi Trauma serta Putus Sekolah

Anak perempuan merupakan kelompok yang paling rentan ketika terjadi bencana. Mereka tidak hanya menghadapi kerusakan fisik, tetapi juga mengalami trauma, kehilangan rasa aman, gangguan pendidikan, tekanan psikologis, hingga meningkatnya risiko kekerasan dan perkawinan anak. Dampak jangka panjang ini membutuhkan penanganan yang komprehensif sejak fase persiapan hingga pemulihan.

Chief Impact Officer Plan International, Pete Manfield, menekankan bahwa krisis iklim semakin sering terjadi dan dampaknya semakin besar. Oleh karena itu, pendekatan bencana tidak bisa hanya mengandalkan respons pasca-kejadian. Masyarakat perlu dipersiapkan sebelumnya melalui penguatan kapasitas komunitas, organisasi lokal, sekolah, dan pemerintah agar dapat menghadapi risiko yang tidak pasti.

Pete menyarankan pendekatan berbasis komunitas di mana pengetahuan dan kapasitas lokal menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan. Hal ini termasuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah, melatih guru dan tenaga pendidikan untuk situasi darurat, serta menyiapkan sistem perlindungan anak agar anak yang terpisah dari keluarga selama evakuasi dapat dengan cepat ditemukan dan dipertemukan kembali. Selain itu, kesehatan mental juga perlu dikelola dalam proses pemulihan, karena pemulihan bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur fisik.

Berita terkait