Libatkan 123 Sejarawan, Kementerian Kebudayaan Ingin Ubah Cara Memandang Nusantara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia telah menerbitkan lima jilid buku 'Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global'. Buku ini menyajikan pendekatan baru dengan menganggap Nusantara sebagai aktor penting dalam jejaring peradaban dunia, bukan sekadar wilayah jajahan. Pendekatan Indonesia-sentris digunakan untuk mengurangi dominasi perspektif kolonial yang sebelumnya menempatkan masyarakat lokal sebagai korban pasif. Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menyatakan bahwa rekonstruksi sejarah ini bertujuan membangun kepercayaan diri bangsa dan membuka perspektif baru tentang peran geopolitik Nusantara sejak dahulu sebagai pusat interaksi global dalam perdagangan, diplomasi, dan pertukaran budaya.
Bagikan
Berita terkait
Gus Ipul Layangkan Kritik Pedas usai Cak Imin Sebut NU Terpuruk di Tangan Alumni HMI
JawaPos · 2 September 2026 pukul 18.00
Melihat Sel Bung Karno di Lapas Sukamiskin, Objek Wisata Sejarah Gratis
Detik.com · 2 September 2026 pukul 16.08
Lima Jilid Sejarah Indonesia Diluncurkan, Kementerian Kebudayaan Tegaskan Bebas Intervensi Pemerintah
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.44
Museum Pemilu Akan Dibuat Lebih Interaktif, Gen Z Jadi Sasaran
VOI · 2 September 2026 pukul 10.45