Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Lokomotif dan Kereta Pembangkit RI Sudah Pakai B50, Hasilnya Tak Terduga

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menerapkan penggunaan biodiesel B50 pada seluruh lokomotif dan kereta pembangkit berbahan bakar solar untuk operasional KA Jarak Jauh dan KA Lokal, mulai 1 Juli 2026. Sebelumnya, KAI telah menggunakan campuran B40 sejak Januari 2026. Penerapan B50 ini menjadi bagian dari strategi KAI untuk meningkatkan efisiensi energi operasional dan mendukung pengurangan emisi karbon. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa pengelolaan energi yang efisien dan terukur menjadi kunci transportasi masa depan.

Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 24 Agustus 2026, KAI telah menggunakan sekitar 172.228.585 liter BBM untuk operasionalnya. Selama 55 hari penerapan B50 (1 Juli hingga 24 Agustus 2026), proyeksi konsumsi BBM mencapai sekitar 40 juta liter. Dengan peningkatan kandungan biodiesel dari B40 ke B50, diperkirakan ditambahkan penggunaan biodiesel sebesar 4 juta liter. Berdasarkan pendekatan manfaat pengurangan emisi program biodiesel Kementerian ESDM, penerapan B50 selama periode tersebut diproyeksikan mengurangi emisi karbon sebesar ±9.000 ton CO₂e dibandingkan skenario penggunaan B40.

Pada periode Januari hingga Juli 2026, layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal KAI telah melayani sekitar 29,86 juta pelanggan. Dengan pendekatan ini, manfaat pengurangan emisi dari penerapan B50 selama 55 hari diperkirakan setara dengan 0,3 kg CO₂e per pelanggan. Anne menekankan bahwa efisiensi energi merupakan bagian penting dari penguatan kinerja operasional KAI, yang juga mencakup optimalisasi penggunaan sarana, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengelolaan konsumsi energi berbasis data.

Berita terkait