Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kementerian ESDM: Efisiensi Energi Bisa Tambah Laba Perusahaan Sekaligus Pangkas Emisi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan pentingnya teknologi efisiensi energi untuk mendukung penurunan emisi nasional dan meningkatkan daya saing industri. Direktur Konservasi Energi, Gigih Udi Atmo, menyatakan bahwa hasil audit energi menunjukkan penerapan teknologi ini mampu menurunkan konsumsi energi sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan. Pemerintah memproyeksikan efisiensi energi dapat berkontribusi hingga 37% terhadap target penurunan emisi sektor energi pada tahun 2030, dengan dasar hukum dari Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 yang mewajibkan audit energi berkala bagi perusahaan.

Contoh nyata implementasi terlihat di PT Freyabadi Indotama, Karawang, yang mengadopsi teknologi heat pump melalui Proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI). Teknologi dengan COP 3.47 ini diperkirakan dapat menurunkan emisi sebesar 145,5 ton CO₂ per tahun dan menghasilkan penghematan biaya operasional produksi hingga Rp744,2 juta per tahun. Biaya energi yang menyumbang sekitar 20-30% dari total biaya produksi industri menjadikan efisiensi energi sebagai strategi untuk menekan biaya operasional.

Proyek SETI, didanai oleh Pemerintah Jerman melalui IKI, berfokus pada dekarbonisasi industri dan bangunan. Inisiatif ini bertujuan memberikan bukti teknis dan finansial untuk meningkatkan kepercayaan pelaku industri dalam mengadopsi teknologi efisiensi energi serupa.

Berita terkait