Mahasiswa Segel Kampus UINSA Surabaya, Desak Rektor Mundur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyegel kampus pada Senin (21/9) setelah demonstrasi bertahan selama beberapa hari menuntut agar Rektor Achmad Muzakki mundur. Aksi ini dilakukan setelah upaya mediasi sebelumnya dianggap tidak memuaskan karena tidak melibatkan rektor secara langsung. Gerbang utama kampus ditutup rapat dan spanduk tuntutan pemunduran rektor dipasang. Mahasiswa juga menduduki gedung rektorat dan membakukan di halaman gedung. Koordinator aksi, Koko Qurrahman Prakoso, menyatakan bahwa penyegelan dilakukan sebagai bentuk tekanan agar rektor mendengarkan tuntutan. Menurutnya, sejak awal masa kepemimpinan Muzakki, banyak keburukan terjadi di kampus. Aksi melibatkan lebih dari 300 orang dari berbagai elemen mahasiswa. Namun, perkuliahan tetap diperkirakan bisa berjalan melalui jalur alternatif yang disediakan. Mahasiswa juga mendesak Kementerian Agama untuk turun tangan mengevaluasi polemik di kampus ini. Sementara itu, Wakil Presiden BEM UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, memastikan bahwa aturan ketat diterapkan bagi siapa saja yang ingin memasuki area kampus yang disegel. Mahasiswa wajib menunjukkan identitas, sementara pegawai hanya diperbolehkan masuk untuk absen dan parkir di luar. Aksi ini membawa delapan tuntutan utama, termasuk transparansi informasi publik, pengusutan kasus Kopertais, evaluasi fasilitas mahasiswa baru, serta kritik terhadap kebijakan Uang Kuliah Tunggal dan kapasitas penerimaan mahasiswa.
Bagikan
Berita terkait
Menyoal Upaya Meredam Demonstrasi dengan Warga dan Ormas
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 21.02
Aksi Mahasiswa Duduki Jalan Sudirman Jogja hingga Malam Hari
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 21.00
Demonstran Diadang Polisi di Flyover Gerbang Pemuda Senayan saat Hendak Menuju DPR
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 15.27
Sempat Ditangkap saat Demo, 21 Mahasiswa Dipulangkan Polda Metro Jaya
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.00