Menyoal Upaya Meredam Demonstrasi dengan Warga dan Ormas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat sipil di Simpang Empat Gramedia Yogyakarta pada Selasa malam (1/9) sempat ricuh. Awalnya berjalan kondusif, namun sekitar pukul 19.00 WIB terjadi provokasi yang menyebabkan ketegangan hingga pukul 22.00 WIB. Sekelompok warga dan ormas memaksa demonstran untuk membubarkan diri, yang berujung pada bentroan. Akibatnya, lima mahasiswa UGM dan satu mahasiswa UNY mengalami luka-luka dan harus dirawat di RS Panti Rapih. Laporan menyebutkan korban mengalami memar, sesak napas, luka akibat pukulan dan tendangan, hingga paparan semprotan. Direktur Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna menyatakan bahwa aksi mahasiswa merupakan bentuk kepekaan sosial dan idealisme yang dilindungi hukum. Wakil Rektor UGM Arie Sudjito memastikan bahwa perbenturan antar elemen masyarakat harus segera dihentikan.
Bagikan
Berita terkait
Respons UGM Soal Mahasiswanya yang Terluka Saat Demo di Perempatan Gramedia
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 17.34
Aksi Mahasiswa Duduki Jalan Sudirman Jogja hingga Malam Hari
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 21.00
Warga Tewas Setelah Demonstrasi, Legislator Ungkit Pasal Pembunuhan Berencana
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 19.26
Wamen HAM Sesalkan Demonstrasi Berujung Korban Jiwa, Minta Pelaku Ditindak Tegas
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.24