Mahasiswa Unusa Kembangkan Rambu Evakuasi Tsunami, Bisa Pantau Kondisi secara Real-Time
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dari Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berhasil mengembangkan prototipe rambu evakuasi tsunami bernama SafeLight Tsunami Route. Prototipe ini dilengkapi dengan sensor, sistem pemantau, serta indikator berupa lampu dan suara untuk memberikan informasi kondisi bahaya secara real-time dan adaptif. Berbeda dengan rambu evakuasi konvensional yang bersifat statis, inovasi ini mampu merespons kondisi lingkungan berdasarkan data sensor. Tim pengembang meliputi Rofiq Arroyan, Nadea Putri Wahyuni, Cicilia Febriana Mayangsari, Rachmalia Eka Putri, dan Angga Adi Nugroho, dengan pembimbing dosen Merry Sunaryo, S.K.M., M.KKK. Inovasi ini mendapatkan pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) 2026 dari Kemdiktisaintek. Rofiq Arroyan menjelaskan bahwa ide pengembangan ini muncul dari kebutuhan akan sistem rambu yang tidak hanya menunjukkan arah evakuasi, tetapi juga mampu menyampaikan kondisi bahaya dengan cepat kepada masyarakat. Dengan kombinasi sensor dan teknologi pemantau, SafeLight Tsunami Route diharapkan dapat meningkatkan efektivitas evakuasi saat terjadi ancaman tsunami.
Bagikan
Berita terkait
Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya Kembangkan Bioavtur dari Limbah Sawit
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.03
Waka Komisi X Ingatkan PTN Gratis Jangan Sampai Korbankan Mutu Pendidikan
Detik.com · 24 September 2026 pukul 22.31
Negara Ini Mau Ubah Algoritma Media Sosial, AS Panas-Langsung Protes
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 20.45
Soal Penerapan Pendidikan Tinggi Negeri Gratis, Mendiktisaintek Beri Penjelasan
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 14.31