Waka Komisi X Ingatkan PTN Gratis Jangan Sampai Korbankan Mutu Pendidikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, menyatakan bahwa wacana PTN gratis harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Namun, ia menekankan pentingnya perhitungan anggaran yang cermat agar kebijakan ini berkelanjutan dan tidak mengorbankan mutu pendidikan. Lalu mengingatkan agar anggaran tetap berasal dari alokasi pendidikan 20% APBN dengan penataan dan optimalisasi belanja pendidikan secara keseluruhan.
Terkait kebutuhan anggaran sebesar Rp 93,7 triliun, Lalu menyampaikan bahwa angka ini perlu diverifikasi kembali berdasarkan skenario penerima manfaat, komponen biaya, dan tahapan implementasinya. Ia juga menegaskan bahwa pembebasan biaya kuliah tidak boleh mengurangi anggaran untuk mutu dosen, riset, sarana prasarana, dan program afirmasi bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Mendagetikan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI telah menjelaskan asal-usul perhitungan Rp 93,7 triliun tersebut. Menurut Mendiktisaintek Brian Yuliarto, angka tersebut didasarkan pada standar biaya setiap program studi, wilayah, dan mahasiswa per tahun yang dihitung sejak 2024. Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, pihaknya juga melakukan analisis terkait pendapatan yang akan digantikan pemerintah, seperti uang kuliah tunggal (UKT), iuran pengembangan institusi (IPI), dan pendapatan lainnya di PTN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 23 September 2026 pukul 23.33
Kemendiktisaintek Serius Siapkan Skema untuk Realisasikan Pendidikan Tinggi Negeri Gratis
Berita terkait
Pemerintah tambah anggaran Rp1,267 triliun untuk KIP Kuliah 2027
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 13.23
Komisi X DPR Harap Anggaran Pendidikan 2027 Efektif, Soroti Kesejahteraan Guru
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 19.51
Penghapusan UKT PTN dan Menjaga Eksistensi PTS
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 19.51
Suahasil Buka Suara soal Anggaran Pendidikan Gratis Prabowo
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 08.10