Malaysia dan Brunei Sepakat Gunakan Mekanisme ASEAN Atasi Asap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat memanfaatkan mekanisme ASEAN untuk menangani kabut asap lintas batas yang kembali membengkelam wilayah Kalimantan hingga ke perbatasan keduanya. Isu ini dibahas dalam Pertemuan Konsultasi Tahunan Pemimpin ke-27 (ALC-27) antara Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah. Kedua negara menunjuk Menteri Luar Negeri Malaysia untuk mengatasi persoalan ini melalui jalur diplomatik ASEAN. Kabut asap disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang mempengaruhi kualitas udara di wilayah Malaysia. Berdasarkan data Air Pollution Index Management System (APIMS), Indeks Pencemaran Udara (API) di Serian, Sarawak mencapai 190, sementara 10 wilayah lain seperti Kuching, Samarahan, dan Sarikei juga mencatat API di kategori tidak sehat (151-182). API pada rentang 101-200 dikelompokkan sebagai tidak sehat bagi kesehatan. Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia akan mengirimkan surat resmi ke Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat untuk mendapatkan dukungan regional dalam penanggulangan kebakaran hutan dan dampak asapnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.59
Komisi I DPR Dukung Komunikasi RI dengan Negara-negara Tetangga Diperkuat
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 18.47
Layanan Penerbangan di Samarinda Masih Aman Meski Sebagian Kalimantan Dilanda Karhutla
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 16.30
Hotspot Karhutla di Kalimantan Ribuan, Pakar Kehutanan Minta Publik Tak Panik
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 16.09
Kabut Asap Kebakaran Hutan Masih Hantui Desa Limbung Kalbar
Berita terkait
Malaysia dan Brunei Sepakat Gunakan Mekanisme ASEAN Buat Atasi Asap
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 06.00
Kabut Asap Muncul Dekat Bandara, Lahan 8.900 Hektar Terbakar
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.10
Tanpa Masker, Prabowo Hirup Kabut Asap dari Kebakaran Hutan Kalimantan
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 18.16
Kabut Asap Ganggu Penerbangan Kalimantan, Kemenhub Buka Suara
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 12.30