Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Malaysia Heboh Listrik Naik, Anwar Ibrahim Langsung Rapat Khusus

Pemerintah Malaysia akan menggelar rapat khusus pada Kamis untuk membahas langkah mitigasi terhadap kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sejumlah rumah tangga. Langkah ini diambil setelah muncul keluhan masyarakat terkait lonjakan biaya listrik. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan pemerintah akan melibatkan Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air (PETRA), Komisi Energi (EC), Tenaga Nasional Bhd (TNB), dan Kementerian Keuangan (MoF) dalam rapat tersebut.

Anwar menjelaskan bahwa sekitar 80% pengguna listrik domestik dengan konsumsi tidak lebih dari 600 kWh per bulan masih dilindungi dan tidak terdampak kenaikan tarif. Namun, kondisi kabut asap dan cuaca yang lebih panas akhir-akhir ini mendorong sebagian rumah tangga meningkatkan penggunaan listrik, sehingga melewati ambang 600 kWh dan terkena mekanisme Penyesuaian Biaya Bahan Bakar Otomatis (AFA).

Data TNB menunjukkan konsumen telah menerima rabat AFA sebesar 3,1 miliar ringgit (Rp13,5 triliun) sejak mekanisme ini diperkenalkan pada Juli 2025. Pemerintah juga menyalurkan tambahan 435 juta ringgit (Rp1,90 triliun) untuk mengurangi dampak biaya tambahan tersebut. Anwar menegaskan bahwa kepentingan dan kesejahteraan rakyat selalu menjadi prioritas pemerintah.

Berita terkait