Malaysia Heboh Listrik Naik, Anwar Ibrahim Langsung Rapat Khusus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Malaysia akan menggelar rapat khusus pada Kamis untuk membahas langkah mitigasi terhadap kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sejumlah rumah tangga. Langkah ini diambil setelah muncul keluhan masyarakat terkait lonjakan biaya listrik. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan pemerintah akan melibatkan Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air (PETRA), Komisi Energi (EC), Tenaga Nasional Bhd (TNB), dan Kementerian Keuangan (MoF) dalam rapat tersebut.
Anwar menjelaskan bahwa sekitar 80% pengguna listrik domestik dengan konsumsi tidak lebih dari 600 kWh per bulan masih dilindungi dan tidak terdampak kenaikan tarif. Namun, kondisi kabut asap dan cuaca yang lebih panas akhir-akhir ini mendorong sebagian rumah tangga meningkatkan penggunaan listrik, sehingga melewati ambang 600 kWh dan terkena mekanisme Penyesuaian Biaya Bahan Bakar Otomatis (AFA).
Data TNB menunjukkan konsumen telah menerima rabat AFA sebesar 3,1 miliar ringgit (Rp13,5 triliun) sejak mekanisme ini diperkenalkan pada Juli 2025. Pemerintah juga menyalurkan tambahan 435 juta ringgit (Rp1,90 triliun) untuk mengurangi dampak biaya tambahan tersebut. Anwar menegaskan bahwa kepentingan dan kesejahteraan rakyat selalu menjadi prioritas pemerintah.
Bagikan
Berita terkait
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi, Sampaikan Solidaritas untuk Indonesia
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.55
Malaysia Turunkan Harga BBM Non-Subsidi
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 11.45
Kurangi Beban Warga, PM Malaysia Naikkan Kuota BBM Subsidi Jadi 300 Liter/Bulan
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 13.30
China Tiba-Tiba Puja-puji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.50