Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Mandi Wajib setelah Haid: Niat, Tata Cara dan Keutamaan

Mandi wajib setelah haid adalah mandi yang dilakukan oleh perempuan setelah menstruasi berhenti untuk menghilangkan hadas besar. Mandi ini merupakan bagian dari tata cara bersuci dalam Islam agar seseorang dapat kembali melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian seperti salat dan tawaf. Dalam pelaksanaannya, perempuan harus mandi dengan niat untuk menghilangkan hadas haid karena Allah SWT, dan memastikan air mengenai seluruh bagian tubuh yang wajib dibasuh. Jika rambut dikepang, tidak perlu dibuka selama air dapat mencapai seluruh rambut dan kulit kepala. Penting juga untuk memastikan tidak ada bahan yang menghalangi air mencapai kulit seperti lapisan kosmetik yang kedap air. Setelah darah haid benar-benar berhenti, mandi wajib dilakukan untuk kembali suci dan sah ketika beribadah.

Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, di antaranya selesai haid, selesai nifas, keluarnya mani, hubungan suami istri, dan sebab lain yang menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hadas besar. Dalam pelaksanaannya, seluruh tubuh harus dibasahi dengan air hingga merata, disertai niat untuk menghilangkan hadas besar karena Allah SWT. Mandi wajib ini menjadi bagian penting dari bersuci dalam Islam yang memastikan seseorang dalam keadaan suci sebelum melakukan ibadah tertentu. Tanpa mandi wajib, ibadah seperti sholat tidak sah.

Niat mandi wajib setelah haid adalah: "Nawaitul ghusla liraf‘i hadatsil-haidhi lillaahi ta‘aalaa" yang berarti "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas haid karena Allah Ta'ala." Panduan lengkap doa mandi wajib setelah haid beserta niat dan urutannya disesuaikan dengan tuntunan Rasulullah SAW agar ibadah salat dan puasa kembali sah. Mandi wajib ini merupakan bentuk bersuci yang diwajibkan dalam Islam sebagai syarat sah ibadah tertentu.

Berita terkait