Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mandiri Energi di Pulau Sangiang

Pulau Sangiang, Selat Sunda, mengalami konflik agraria lebih dari 30 tahun sejak 1994. Warga menuntut pemerintah menghentikan perpanjangan Hak Guna Bangunan PT Pondok Kalimaya Putih dan mengakui hak tanah adat. Keterbatasan akses listrik membuat warga bergantung pada genset dengan biaya tinggi. Sejak 2024, kelompok Pena Masyarakat bersama warga membangun panel surya untuk penerangan alternatif. Sistem PLTS dianggap lebih hemat, ramah lingkungan, dan menghindari risiko geothermal seperti kebocoran kimia beracun serta dampak gempa. Pengalaman PLTS di Sangiang menunjukkan energi terbarukan skala kecil lebih praktis di pulau terpencil.

Berita terkait