Mandiri Energi di Pulau Sangiang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pulau Sangiang, Selat Sunda, mengalami konflik agraria lebih dari 30 tahun sejak 1994. Warga menuntut pemerintah menghentikan perpanjangan Hak Guna Bangunan PT Pondok Kalimaya Putih dan mengakui hak tanah adat. Keterbatasan akses listrik membuat warga bergantung pada genset dengan biaya tinggi. Sejak 2024, kelompok Pena Masyarakat bersama warga membangun panel surya untuk penerangan alternatif. Sistem PLTS dianggap lebih hemat, ramah lingkungan, dan menghindari risiko geothermal seperti kebocoran kimia beracun serta dampak gempa. Pengalaman PLTS di Sangiang menunjukkan energi terbarukan skala kecil lebih praktis di pulau terpencil.
Bagikan
Berita terkait
Video: Tutup 13 GW PLTD - Percepat Bangun PLTS, RI Bisa Nyontek India?
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 12.00
PLTS Disalurkan ke Agam untuk Pulihkan UMKM Pascabencana
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.25
Konsumsi Listrik di Bali Naik 8%, PLN Siapkan Tambahan Pasokan dari PLTS
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.25
Pertamina Sabet 'Bakti Koperasi Pradana Nayaka' di Koperasi Awards 2026
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 23.25