Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Manggarai Barat optimalkan fasilitas medis layani 9.000 pengungsi

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengoptimalkan operasional posko pelayanan kesehatan (yankes) dari rumah sakit daerah untuk memenuhi kebutuhan medis lebih dari 9.000 warga pengungsi akibat gempa bumi. Bupati Edistasius Endi menyatakan bahwa keberlanjutan layanan medis menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat, terutama di tengah trauma dan keterbatasan fasilitas pasca-bencana. Dari total 36.102 jiwa korban terdampak, sekitar 9.000 warga telah dilayani tim medis di tenda-tenda pengungsian. Rumah sakit daerah juga tetap beroperasi penuh untuk merawat pasien, meskipun tenaga medis sempat cemas akan gempa susulan. Layanan medis juga membantu korban dari kabupaten tetangga dengan cedera berat seperti patah tulang. Pemda juga memantau kesehatan kelompok rentan di pengungsian setelah tiga bayi meninggal saat perawatan di puskesmas. BNPB mencatat per 30 Agustus 2026, terdapat 188.161 pengungsi gempa NTT, dengan 111 korban meninggal dan 1.631 luka. Kerusakan rumah mencapai 95.567 unit, termasuk 10.757 di Manggarai Barat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait