Manggarai Barat optimalkan fasilitas medis layani 9.000 pengungsi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengoptimalkan operasional posko pelayanan kesehatan (yankes) dari rumah sakit daerah untuk memenuhi kebutuhan medis lebih dari 9.000 warga pengungsi akibat gempa bumi. Bupati Edistasius Endi menyatakan bahwa keberlanjutan layanan medis menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat, terutama di tengah trauma dan keterbatasan fasilitas pasca-bencana. Dari total 36.102 jiwa korban terdampak, sekitar 9.000 warga telah dilayani tim medis di tenda-tenda pengungsian. Rumah sakit daerah juga tetap beroperasi penuh untuk merawat pasien, meskipun tenaga medis sempat cemas akan gempa susulan. Layanan medis juga membantu korban dari kabupaten tetangga dengan cedera berat seperti patah tulang. Pemda juga memantau kesehatan kelompok rentan di pengungsian setelah tiga bayi meninggal saat perawatan di puskesmas. BNPB mencatat per 30 Agustus 2026, terdapat 188.161 pengungsi gempa NTT, dengan 111 korban meninggal dan 1.631 luka. Kerusakan rumah mencapai 95.567 unit, termasuk 10.757 di Manggarai Barat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 23.01
46 Ton Bantuan Gempa NTT Tersimpan di Gudang Halim
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 22.05
93 Persen Bantuan BI untuk Korban Gempa NTT Sudah Disalurkan
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 07.12
Gempa Susulan Terus Terjadi di NTT, Kini Tembus 10.232 Kejadian
Berita terkait
BNPB Update Korban Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 161 Ribu Warga Mengungsi
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 20.34
BNPB: Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang
ANTARA News · 30 Agustus 2026 pukul 18.29
BNPB: 237 Jiwa Pengungsi Gempa NTT M7,7 di Maumere Kembali ke Rumah
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 12.22
Cerita Warga NTT Bertahan Hidup di Tengah Gempa Susulan
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 05.00