Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cerita Warga NTT Bertahan Hidup di Tengah Gempa Susulan

Gempa bumi susulan masih menghantui warga Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sabtu (29/8/2026), dengan 9.488 gempa susulan tercatat oleh BMKG. Sejak gempa pertama pada Sabtu (15/8/2026), banyak warga kehilangan sumber penghasilan. Rahmat Eko Mulyati (40), warga Labuan Bajo, mengatakan usaha ayam pedagingnya terdampak karena tidak ada pelanggan. Untuk bertahan, Eko mulai membuat keripik pisang dan singkong yang dijual di warung lokal dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Meski demikian, ia harus siap menghentikan aktivitas setiap kali tanah berguncang. Di Kecamatan Reok, Fitri Tuti Darwanti (36) dan keluarganya masih tinggal di tenda pengungsian karena rumah mengalami retak dan gempa susulan belum mereda. Mereka mengandalkan bantuan makanan dari relawan dan takut kembali ke dalam rumah. BNPB mencatat 111 orang meninggal akibat gempa NTT, dengan korban terbanyak di Manggarai (45 jiwa), Manggarai Timur (38 jiwa), dan Nagekeo (13 jiwa). Sebagian besar korban adalah perempuan (56,4%) dan lansia (45%). Jumlah pengungsi mulai menurun, dengan 175.909 jiwa masih berada di pos pengungsian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait