Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyinggung kembali gagasan Marhaenisme dalam sebuah pidatonya, menghubungkannya dengan isu ekonomi Indonesia saat ini. Marhaenisme, yang dicetuskan oleh Bung Karno setelah bertemu seorang petani bernama Marhaen yang memiliki lahan dan alat pertanian tetapi tetap hidup miskin, menjadi konsep untuk memahami kondisi rakyat kecil yang bekerja keras namun kesulitan mencapai kesejahteraan. Hampir satu abad setelah lahirnya, konsep ini masih relevan karena dinamika ekonomi yang berubah, seperti penggunaan teknologi oleh petani, nelayan, dan pengemudi ojek daring, namun struktur ekonomi yang tidak menyeimbangkan masih menjadi hambatan utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.51
Presiden: Ekonomi RI semester I 2026 tumbuh tertinggi dalam 13 tahun
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 11.44
Prabowo Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen pada Akhir 2026
Berita terkait
Suahasil Nazara Jabat Menkeu, Bakom Yakin APBN Tetap Stabil
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 05.35
Hasto Kenang Airlangga Pribadi: Intelektual yang Tekun Membumikan Marhaenisme
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 19.59
Media AS: Keluarga Terkaya di Indonesia Pindahkan Lebih dari Rp17,6 Triliun ke Luar Negeri
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 10.47
Seminar Nasional & Sidang Pleno ISEI XXV Mengusung Penguatan Sinergi Menuju Indonesia Maju
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 16.31