Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Masa Depan Ekonomi Hijau di Industri Maritim

Indonesia menargetkan net-zero emission pada 2060 melalui transisi energi rendah karbon, dengan pendanaan berkelanjutan sebagai kunci utama. Pendirian Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) baru, menciptakan peluang untuk memperkuat investasi hijau di sektor panas bumi, energi surya, dan hilirisasi nikel berbasis dekarbonisasi. Integrasi Danantara ke dalam kerangka hukum lingkungan menjadi fokus untuk mendukung transisi energi nasional secara berkelanjutan.

Pelabuhan maritim global menghasilkan sekitar 3% dari total emisi gas rumah kaca (GRK) global, dengan 80% perdagangan internasional dilakukan melalui jalur laut. Upaya dekarbonisasi kapal dan pengembangan bahan bakar baru menjadi prioritas, terutama setelah Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyusun kerangka kerja baru berbasis pasar. Kapal yang melebihi target intensitas karbon akan dikenai denda, sementara kapal yang memenuhi standar akan mendapat insentif dan kesempatan menjual kredit karbon.

Kerangka kerja IMO ini juga bertujuan mengumpulkan dana untuk lembaga internasional yang mendukung transisi ke penggunaan bahan bakar rendah emisi. Pelabuhan dan kota di sekitarnya berperan penting dalam mengurangi dampak iklim, sekaligus menjaga kesehatan laut dan ekosistem maritim. Langkah-langkah hijau dalam infrastruktur pelabuhan diharapkan memberikan penghematan biaya dan peluang baru bagi sektor pelayaran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait