Danantara Ciptakan Ekonomi Hijau via Pelindo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Danantara, lembaga pengelola aset negara Indonesia, menekankan pentingnya arah pengelolaan kekayaan negara tidak hanya pada pertumbuhan nilai aset, tetapi juga pada pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Menjawab pertanyaan "untuk apa kekayaan negara dikelola dan diarahkan?", Danantara berkomitmen menjadikan pengelolaan aset sebagai landasan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan membangun fondasi ekonomi yang tahan terhadap perubahan zaman.
Artikel ini menyoroti bahwa Indonesia dihadapkan pada tantangan ganda: pertumbuhan ekonomi dan isu lingkungan seperti perubahan iklim, tekanan terhadap ekosistem, dan meningkatnya kebutuhan energi. Transformasi teknologi dan perubahan struktur perdagangan global juga menjadi pertimbangan kunci. Oleh karena itu, ukuran keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak lagi cukup ditilik dari volume fisiknya, seperti panjang jalan atau kapasitas logistik, tetapi harus mencakup dampak lingkungan dan sosialnya.
Pengembangan infrastruktur masa depan harus dinilai berdasarkan empat dimensi berkelanjutan: ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola. Indikator utamanya meliputi jumlah emisi yang berhasil dikurangi, energi yang dihemat, ketahanan infrastruktur terhadap perubahan iklim, jumlah pekerjaan hijau yang tercipta, dan seberapa luas manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat luas. Pendekatan ini menjadi pijakan bagi Danantara dalam menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai inti pengelolaan aset negara.
Bagikan
Berita terkait
Eddy Soeparno: Ekonomi Karbon Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru RI
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 14.17
Pasar Motor Listrik Rp3.040 T, Bos Danantara Yakin RI Jadi Juara Dunia
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 18.30
Bukan Sekadar Ikuti Tren Global, Bappenas Tekankan Ekonomi Hijau Arah Strategis RI
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 11.34
Bappenas Ungkap Transisi Ekonomi Hijau Bisa Buka 5 Juta Lapangan Kerja
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.32