Masih Banyak yang Konsumsi Kental Manis Dinilai Bukti Kegagalan Pemerintah Melindungi Kesehatan Anak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Survei Universitas Islam Bandung (Unisba) terhadap 2.150 orang tua balita menunjukkan 67,6% responden masih memberikan susu kental manis (SKM) kepada anak sebagai pengganti susu. Temuan ini mengindikasikan kegagalan pemerintah dalam mengubah perilaku masyarakat meskipun aturan pelabelan SKM bukan susu telah ada selama hampir satu dekade.
Aktivis kesehatan Irma Hidayana menilai kondisi ini sebagai kemunduran akibat kurangnya sosialisasi dan edukasi terhadap Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2021. Faktor harga murah, kemudahan akses, budaya keluarga, serta pengaruh iklan memperkuat konsumsi SKM, bahkan di kalangan orang tua berpendidikan sarjana. Hal ini berisiko memperburuk tantangan gizi anak di Indonesia, seperti stunting dan wasting.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 16.45
MBG Ditegaskan Tetap Lanjut, Ini Kata Prabowo
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.34
Ketua MPR Sebut MBG Investasi Bangsa, Soroti Anak Berangkat Sekolah belum Sarapan
Berita terkait
Merck Tegaskan Komitmen Melalui Edukasi Berkelanjutan
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 11.47
Tak Bisa Instan, Melihat Dampak MBG terhadap Stunting Butuh Bertahun-tahun
JawaPos · 22 September 2026 pukul 16.30
Target Stunting 14 Persen, DPRD DKI Minta Peran Kader Posyandu Diperkuat
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 15.43
Pramono Targetkan Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam 2 Tahun
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.16