Merck Tegaskan Komitmen Melalui Edukasi Berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Merck Tbk memperkuat komitmen bisnis berkelanjutan di Indonesia melalui edukasi tentang pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Upaya ini mencakup pengembangan laman interaktif dan peluncuran buku cerita anak 'Arka dan Mimpi ke Luar Angkasa'. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%, sementara gangguan pertumbuhan lebih luas yang dapat disebabkan faktor hormonal, genetik, atau medis kronis. Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan menjelaskan perawakan pendek tidak sama dengan stunting dan dapat disebabkan oleh Growth Hormone Deficiency (GHD), Small for Gestational Age (SGA), hipotiroidisme, atau sindrom genetik. Orang tua diharus memantau pola pertumbuhan anak secara berkala dan berkonsultasi bila ada abnormalitas untuk mencegah dampak psikososial seperti kepercayaan diri rendah dan perundungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 22 September 2026 pukul 16.30
Tak Bisa Instan, Melihat Dampak MBG terhadap Stunting Butuh Bertahun-tahun
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.06
Memahami Beragam Penyebab Gangguan Pertumbuhan Tinggi Badan Anak
Berita terkait
Target Stunting 14 Persen, DPRD DKI Minta Peran Kader Posyandu Diperkuat
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 15.43
Pramono Targetkan Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam 2 Tahun
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.16
Edukasi Kesehatan, Universitas Hang Tuah Perkuat Kapasitas Kader Posyandu
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 11.23
Prabowo Doa Ingin Beri Makan Seluruh Anak RI, Menkes Kabinet Bayangan: MBG Bukan Solusi Stunting, Udah Telat Banget!
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 21.01