Mayat di Enggano Identik ABK Surakman, Pakar Beri Saran Model Pencarian Lanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355853/original/086381200_1790144156-kru_kapal.jpg)
Mayat yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026, berhasil diidentifikasi sebagai anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 bernama Surakman. Mayat ini ditemukan sejauh 380 km dari lokasi kapal dilaporkan hilang di Selat Sunda. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan DNA, sidik jari, dan data antemortem dari keluarga korban. Daryono, pakar mitigasi bencana dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), menjelaskan bahwa perpindahan benda di laut sangat mungkin terjadi akibat gabungan arus laut, pasang-surut, angin, dan gelombang. Selat Sunda merupakan pintu pertukaran massa air antara Laut Jawa dan Samudra Hindia, dengan arus yang sangat dinamis dan dapat berbalik arah. Pada musim tenggara (Juni-September), arus residu cenderung mengalir ke arah barat daya, mendukung transport benda ke Samudra Hindia. Oleh karena itu, temuan korban di Enggano tidak boleh ditafsirkan dengan garis lurus, tetapi harus menjadi titik validasi untuk model pencarian lanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.55
Haru Saat Jenazah ABK Kapal 5 Jurnalis Dibawa ke Carita untuk Dimakamkan
kumparan · 23 September 2026 pukul 19.14
Surakman Ditemukan, Apakah Pencarian 2 Kru dan 5 Wartawan Dilanjutkan?
Berita terkait
FOTO: Keluarga Tabur Bunga Di Laut Untuk Jurnalis dan Awak Kapal
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 17.07
Jurnalis hilang, Gubernur Andra: Pemantauan Selat Sunda terus berjalan
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 13.26
Menjaga Asa di Selat Sunda
Detik.com · 16 September 2026 pukul 16.26
Viral Video Drone Diduga Kapal Jurnalis di Krakatau, Basarnas: Tidak Ditemukan
JawaPos · 16 September 2026 pukul 12.30