Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Mayat di Enggano Identik ABK Surakman, Pakar Beri Saran Model Pencarian Lanjutan

Mayat yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026, berhasil diidentifikasi sebagai anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 bernama Surakman. Mayat ini ditemukan sejauh 380 km dari lokasi kapal dilaporkan hilang di Selat Sunda. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan DNA, sidik jari, dan data antemortem dari keluarga korban. Daryono, pakar mitigasi bencana dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), menjelaskan bahwa perpindahan benda di laut sangat mungkin terjadi akibat gabungan arus laut, pasang-surut, angin, dan gelombang. Selat Sunda merupakan pintu pertukaran massa air antara Laut Jawa dan Samudra Hindia, dengan arus yang sangat dinamis dan dapat berbalik arah. Pada musim tenggara (Juni-September), arus residu cenderung mengalir ke arah barat daya, mendukung transport benda ke Samudra Hindia. Oleh karena itu, temuan korban di Enggano tidak boleh ditafsirkan dengan garis lurus, tetapi harus menjadi titik validasi untuk model pencarian lanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait