Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Mbak Rerie Dorong Kampus Inklusif Segera Terwujud, Bukan Hanya Sekadar Regulasi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Mbak Rerie, menekankan bahwa pembuatan kampus inklusif harus menjadi gerakan bersama yang segera dilaksanakan, bukan sekadar regulasi. Ia menyampaikan hal ini dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 7 September 2025, menyoroti pentingnya langkah nyata untuk mengatasi kendala agar setiap anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengakses pendidikan berkualitas.

Berdasarkan data Center for Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta dan University of the West of England, Bristol, Inggris, hanya 90 dari 4.523 perguruan tinggi di Indonesia (setara dengan 1,99%) yang secara resmi menerima mahasiswa penyandang disabilitas pada awal 2025. Selain itu, hanya 0,2% perguruan tinggi yang memiliki pusat layanan disabilitas, dan delapan institusi saja yang menyediakan platform penerimaan khusus untuk mahasiswa difabel.

Akibatnya, akses bagi sekitar 3.128 mahasiswa disabilitas yang tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) per Juni 2025 hanya tersedia di 282 kampus. Angka ini dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah total penyandang disabilitas di Indonesia yang mencapai 17,9 juta jiwa. Mbak Rerie menegaskan bahwa berbagai kendala ini harus segera diatasi dengan langkah nyata agar visi pendidikan inklusif benar-benar terwujud.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait