Media AS: Putin Mungkin Akan Gunakan Bom Nuklir di Ukraina sebagai Upaya Terakhir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan meningkatkan intensitas serangan di Ukraina setelah negosiasi damai yang berlangsung sekitar setengah tahun tidak berhasil. Laporan Bloomberg yang mengutip sumber dekat Kremlin menyatakan bahwa Moskow sedang mempertimbangkan penggunaan bom nuklir sebagai upaya terakhir jika eskalasi konvensional tidak mencapai tujuan. Untuk saat ini, Rusia lebih fokus pada peningkatan serangan rudal balistik konvensional yang menargetkan pusat kota Kyiv dan infrastruktur kritis di kota-kota Ukraina lainnya. Sumber anonim yang membahas isu sensitif ini menggambarkan keruntuhan kerangka negosiasi yang pernah dimediasi AS di bawah pemerintahan Donald Trump, membuat kedua belah pihi kembali ke titik awal. Empat sumber dekat Kremlin menambahkan bahwa Putin tidak akan menghentikan konflik hanya karena tekanan sanksi Barat atau serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia. Mereka juga menyatakan bahwa Rusia melihat sedikit alternatif selain eskalasi lebih lanjut untuk mencapai tujuan militernya, dan tidak menganggap fase permusuhan saat ini sebagai puncaknya.
Bagikan
Berita terkait
Zelensky Tolak Pemilu Saat Perang Lawan Rusia: Bisa Jadi 'Tsunami' Pemecah Belah Ukraine
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 04.42
Prancis Janjikan Rudal Pencegat untuk Ukraina di Tengah Gempuran Rusia
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 02.00
Serangan Drone Rusia Hantam Mal Ukraina, 16 Orang Tewas
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 11.42
Krisis BBM di Rusia Kian Parah, 7 dari 10 SPBU Kehabisan Bensin
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 21.09