Zelensky Tolak Pemilu Saat Perang Lawan Rusia: Bisa Jadi 'Tsunami' Pemecah Belah Ukraine
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras gagasan penyelengaraan pemilihan umum (pemilu) di tengah konflik bersenjata dengan Rusia. Ia menilai langkah tersebut berisiko tinggi dan bisa menjadi 'tsunami' yang memecah belah persatuan nasional. Penolakan ini muncul setelah mantan Menteri Pertahanannya, Mykhailo Fedorov, mendesak agar pemilu segera digelar. Saat ini, Ukraina masih menjaga kebijakan penangguhan pemilu di bawah undang-undang darurat militer, yang mendapat dukungan dari sebagian besar warga karena fokus pada pertahanan melawan invasi Rusia sejak 2022.
Situasi politik di Kiev semakin tegang setelah Zelensky memecat Fedorov dari jabatannya, sekaligus memecat panglima militer tertingginya. Fedorov kemudian menyerukan penyelenggaraan pemilu dan direncanakan akan berkunjung ke AS, memicu spekulasi tentang ambisinya sebagai calon lawan Zelensky. Para ahli menyoroti banyaknya kendala teknis, seperti partisipasi tentara di garis depan, pengungsi, dan wilayah yang terjajah. Survei menunjukkan hanya 15% warga mendukung pemilu sebelum akhir perang.
Di tengah tekanan internal, Zelensky terus menggalang dukungan luar negeri. Ia mengumumkan kerja sama drone baru dengan Norwegia dan mendapatkan komitmen bantuan senilai US$9 miliar. Serangan Rusia tetap intens, termasuk penggunaan rudal yang sulit ditangkap, sementara pasokan senjata dari AS, seperti sistem Patriot, mengalami penurunan. Rusia juga mengklaim berhasil menghabisi 250 drone Ukraina dalam serangan sehari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.44
Zelensky Tolak Pemilu di Masa Perang: Akan Memecah Belah Ukraina
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 02.00
Prancis Janjikan Rudal Pencegat untuk Ukraina di Tengah Gempuran Rusia
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 10.31
Banderol, Senjata Unik Rusia yang Jadi Mimpi Buruk Ukraina
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 11.42
Serangan Drone Rusia Hantam Mal Ukraina, 16 Orang Tewas
Berita terkait
Ada Intervensi Inggris dalam Serangan Ribuan Drone Ukraina ke Moskow
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 18.35
Zelensky: Jual 10% Rudal Patriot AS ke Ukraina, Maka Kami Hancurkan Seluruh Misil Rusia!
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 12.59
Zelensky: Rusia Kembali Gunakan Rudal Korut untuk Membunuh Warga Ukraina
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 15.31
Rusia Klaim Tembak Jatuh 250 Drone Ukraina dalam 12 Jam
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 07.15