Media Malaysia Soroti Asap Karhutla di Kalimantan Terbawa ke Sarawak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Media Malaysia, termasuk The Star, melaporkan kualitas udara tidak sehat di 10 wilayah Malaysia akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan yang terbawa ke Sarawak. Sembilan dari 10 wilayah tersebut berada di Sarawak, dengan Serian mencatat API tertinggi sebesar 180, diikuti Kuching (162) dan Samarahan (163). Wilayah lain seperti Sibu, Sri Aman, Sarikei, Mukah, Bintulu, dan Samalaju juga tercatat API di atas 140. Di luar Sarawak, Johan Setia di Selangor juga mencatat API 153. Klasifikasi API Malaysia menempatkan angka 101-200 dalam kategori tidak sehat.
Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) melaporkan kepulan asap dari titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah bergerak ke arah utara menuju Sarawak bagian barat. ASMC memperingatkan kondisi kering diperkirakan masih berlangsung di sebagian besar wilayah ASEAN bagian selatan, meningkatkan risiko asap lintas batas. Departemen Meteorologi Malaysia memperkirakan kondisi panas dan minim hujan akan berlanjut hingga Jumat di Kalimantan dan Sarawak.
Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, menyatakan bahwa peralihan musim menyebabkan angin dominan beralih dari tenggara ke barat, membawa asap dari Indonesia ke Malaysia. Pantauan satelit menunjukkan asap karhutla menyeberang ke Malaysia pada 4 dan 6-9 Agustus 2026. Pada 9 Agustus, beberapa wilayah Indonesia seperti Pontianak mencatat AQI 193, masuk kategori sangat tidak sehat. Pemerintah Malaysia menyarankan masyarakat, terutama kelompok rentan, memantau kualitas udara dan membatasi aktivitas di luar.
Bagikan
Berita terkait
Video: Gali Potensi Mineral Kritis dan EBT, RI Incar Investor Teknologi
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.00
Antisipasi Polusi Udara dan El Nino, Pramono Ajak Warga Jakarta Naik Transportasi Umum
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.00
Bandara IKN Bakal Layani Penerbangan Haji dan Umrah
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 21.30
KPK Petakan 8 Titik Rawan Dana Hibah dan Anomali Pengadaan di Kalimantan
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 12.03