Kabut Asap Karhutla dari Kalimantan Selimuti Sarawak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabut asap akibat kebakaran lahan di Kalimantan, Indonesia, menyebar ke Sarawak, Malaysia, dan diperkirakan akan bertahan beberapa hari ke depan. Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak (NREB) melaporkan bahwa enam wilayah di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat, berkisar dari 125 hingga 191. Daerah Serian mencatat API tertinggi sebesar 191, diiku Kuching (188) dan Sri Aman (178). Kabut asap berasal dari Kalimantan Barat dan bergerak ke utara menuju wilayah barat Sarawak. Data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) menunjukkan aktivitas titik panas yang jauh lebih tinggi di Kalimantan dibanding Sarawak, dengan 7.286 titik panas terdeteksi di Kalimantan pada 1-19 Agustus, dibandingkan hanya 148 di Sarawak. Pemerintah Sarawak mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Di sisi lain, BMKG juga memperingatkan warga di Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk di Gelumbang Raya dan Muara Enim, untuk waspada terhadap debu dan risiko ISPA akibat musim kemarau yang kering dan panas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 11.11
Ketua DPD Minta Badan Restorasi Gambut Diperkuat Tangani Karhutla Kalimantan
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 09.57
Karhutla Kalimantan, Anggota DPR Minta Status Darurat Segera Dievaluasi
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 03.00
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tutup 591 Sekolah, Tambah Buruk
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 02.59
Puan Soroti Singapura-Malaysia Protes Karhutla Kalimantan, Minta Ditangani Cepat
Berita terkait
Potensi Asap Karhutla Kalimantan Sampai Pulau Jawa, Bakal Berkabut?
Detik.com · 28 September 2026 pukul 08.59
Kepala BNPB Jelaskan Maksud 'Normal' di Tengah Kabut Asap
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 23.39
Pernyataan Kehidupan Masyarakat Normal di Tengah Karhutla Kalimantan Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kepala BNPB
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 22.20
Kepala BNPB Klarifikasi soal 'Kehidupan Berjalan Normal' Saat Karhutla
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.23