Melalui Program PMM, Mahasiswa Bangun Akselerasi Ekonomi Sirkular di Desa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kemendiktisaintek 2026 mendukung pembangunan ekonomi sirkular di Desa Rejoagung, Jombang, melalui kolaborasi Universitas Islam Darul 'Ulum (Unisda) Lamongan dan Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang. Program bertajuk "Ecopreneur: Co-Creation Mahasiswa untuk Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Ekonomi Sirkular dan Pangan Sehat di Desa Rejoagung" melibatkan 20 mahasiswa dari bidang Manajemen dan Agroteknologi, bekerja sama dengan KSM Rejoagung Berseri dan KWT Rejoagung Mulyo. Fokus utama program adalah pengelolaan sampah organik yang diperkirakan mencapai 60–70% dari total timbulan sampah, diolah menjadi kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan teknologi tepat guna seperti mesin pencacah, tong komposter, dan PUPO Kit. Sampah organik juga berasal dari rumah tangga dan sumber lokal lainnya, termasuk dari SPPG. Hasil pengolahan mendukung pertanian organik yang dikembangkan bersama KWT Rejoagung Mulyo, menciptakan rantai nilai dari pengelolaan limbah hingga produksi pangan.
Program ini juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam penyelesaian permasalahan masyarakat. Aktivitas mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi, dengan rekognisi akademik 6 SKS (4 SKS KKN dan 2 SKS Kewirausahaan). Untuk keberlanjutan, digunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dan train-the-trainer, lengkap dengan SOP, modul, dan pengetahuan teknis agar dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa pulang. Forum komunikasi hulu-hilir juga dibentuk untuk menghubungkan KSM Rejoagung Berseri sebagai pengelola pupuk organik dengan KWT Rejoagung Mulyo sebagai pengembang pangan sehat.
Pendampingan program dilakukan secara lintas disiplin, melibatkan ahli dari bidang pertanian, lingkungan, digitalisasi, dan kewirausahaan. Dian Eka Kusumawati mendampingi pengembangan budidaya hortikultura ramah lingkungan dan pengolahan sampah organik, sementara Chamdan Mashuri mengawal digitalisasi melalui Eco-Commerce Rejoagung (https://eco-commerce.id), pengelolaan data, dan pemasaran via Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business. Program menargetkan pengembangan lima produk sayuran organik dengan kemasan berlabel, peningkatan masa simpan, kenaikan nilai jual hingga 30%, dan pertumbuhan volume penjualan hingga 25%. Aspek pendukung meliputi pencatatan keuangan, penyusunan SOP, branding, katalog produk, dan pemasaran digital, sehingga pemberdayaan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga hilirisasi dan akses pasar.
Bagikan
Berita terkait
72% Limbah Uang Kertas Diolah Ulang, Jadi Apa?
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 23.00
Bank Indonesia Olah Limbah Uang Jadi Cendera Mata, 72% Sudah Diproses
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.20
Botol Plastik Disulap Jadi Kain, PURANA Dorong Fashion Berkelanjutan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Teknologi Tepat Guna Dorong Kelurahan Gedog Jadi Sentra Ekonomi Sirkular dan Produk Inovatif
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.21