Melihat Inovasi Gen Z Bikin Alat Bantu Pantau Demam Bayi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314396/original/025413600_1785745471-Penerimaan_penghargaan.JPG.jpeg)
Pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 di RSAB Harapan Kita, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi inovasi BebeTemp, termometer pintar karya dua remaja kelas 12 ACS Jakarta, Kathleen Victoria dan Kimberly Georgia. Alat ini memantau suhu tubuh bayi secara real time dan mengirim alarm otomatis saat suhu di atas 38°C atau di bawah 36°C. Menkes menegaskan solusi kesehatan tidak selalu butuh teknologi mahal, melainkan ide sederhana yang menjawab kebutuhan lapangan.
BebeTemp penting karena demam tinggi pada bayi 6 bulan hingga 3 tahun bisa menjadi tanda penyakit mendasar dan memicu kejang demam, terutama saat malam ketika orang tua tidur. Kejang berkepanjangan berisiko gangguan neurologis seperti cedera hipokampus dan epilepsi lobus temporal. Hipotermia juga berbahaya, terutama pada bayi prematur dan berat lahir rendah, yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan, denyut jantung melambat, hingga kondisi mengancam nyawa.
Berbeda dengan termometer konvensional yang hanya mengukur sesaat, BebeTemp memungkinkan pemantauan berkelanjutan sehingga tindakan lebih cepat dan mengurangi kebutuhan orang tua memeriksa sepanjang malam. Dengan desain terjangkau dan mudah digunakan, alat ini berpotensi memperluas akses pemantauan suhu di rumah dan fasilitas kesehatan, membantu mencegah ribuan kematian bayi setiap tahun.
Bagikan
Berita terkait
Lagu Hari Merdeka Diaransemen Ulang, Fadli Zon Bidik Gen Z dan Milenial
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 09.15
Gaji Besar Bukan Lagi Satu-Satunya Alasan Gen Z Bertahan di Perusahaan
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 04.00
Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-81 dari Gen Z: Kebebasan Berpendapat-Bertarung dengan Algoritma
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 17.31
Cari Kerja Kantoran Makin Susah, Gen Z Ramai Beralih ke Profesi Ini
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.30