Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Memainkan Peran Perkuat Hilirisasi Nasional

Pemerintah melalui Danantara Indonesia mendorong hilirisasi sumber daya alam sebagai strategi meningkatkan nilai ekonomi nasional. Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembenahan struktur BUMN dan penggunaan keuntungan perusahaan negara untuk investasi produktif. Pada 2026, Danantara mengawali 26 proyek hilirisasi dalam dua gelombang, dengan 13 proyek melakukan groundbreaking pada 6 Februari dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026. Kebijakan ini juga mencakup penguatan sektor hulu melalui investasi dan akuisisi perusahaan global untuk memperoleh teknologi, IP, dan akses pasar internasional.

Pada triwulan I 2026, investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun, dengan sektor mineral menyumbang Rp98,3 triliun (67%). Nikel menjadi komoditas terbesar dengan nilai Rp41,5 triliun (42%), diiku oleh tembaga (Rp20,7 triliun), besi baja (Rp17 triliun), bauksit (Rp13,7 triliun), dan timah (Rp2,5 triliun). Sekitar 75% investasi berada di luar Pulau Jawa, dengan Sulawesi Tengah dan Maluku Utara sebagai pusat pengolahan nikel. MIND ID menghasilkan Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun dan kontribusi langsung kepada negara mencapai Rp32,82 triliun.

Pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp2.322 triliun pada 2027, dengan hilirisasi mineral tetap menjadi penopang penting. MIND ID dorong pengembangan rantai industri terintegrasi mulai dari bauksit hingga aluminium, serta ekosistem baterai kendaraan listrik. Namun, menurut analis Yusuf Rendy Manilet, tantangan terkini adalah memastikan fasilitas hilirisasi menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan terhubung dengan industri domestik, bukan hanya mengolah bahan mentah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait