Membangun kembali mimpi lewat revitalisasi sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 menyebabkan 4.922 satuan pendidikan terdampak. Sekolah-sekolah seperti SD Negeri Sekumur, SD Negeri 1 Babo, dan SD Negeri Alur Jambu rusak berat akibat banjir bandang dan tertutup lumpur. Di Aceh Barat, sekitar 50 murid SD Negeri Alue Lhok sempat belajar di tenda darurat. Akibatnya, ruang kelas berantakan, meja dan kursi terendam, buku basah, serta peralatan belajar rusak. Beberapa sekolah kehilangan atap atau nyaris tak layak dipakai untuk belajar. Di tengah kondisi seadanya, guru dan murid tetap berusaha menjaga proses belajar menggunakan tenda dan atap terpal. Perlahan, sejumlah sekolah mulai dilakukan revitalisasi untuk memulihkan fasilitas dan kembali menciptakan suasana belajar yang nyaman. Ruang kelas kembali diisi suara belajar, meja dan kursi disusun, serta fasilitas seperti mushala juga tersedia kembali. Khayla Syakira, siswi SMP Negeri 1 Mila di Kabupaten Pidie, menyampaikan kepuasan setelah sekolahnya direnovasi, termasuk kemampuan untuk melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di mushala baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 09.50
Protes Pelajar di Prancis Memanas, dari Blokade Sekolah hingga Kerusuhan Massa
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 18.04
Pratikno ke Sugiono: Menko PMK Setiap Hari Urusi Bencana, Mirip Menlu
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 16.16
Ortu Siswa SDN 1 Kebondalem Ngaku Anaknya Pernah Dibully hingga Tak Bisa Kencing
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 11.30
Oktober Baru Hitungan Hari, RI Dilanda Berbagai Bencana
Berita terkait
Ratusan Ruang Kelas SMP di Cianjur Rusak Berat, Disdikpora Lakukan Revitalisasi
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.49
FOTO: SD Lapuk di Kabupaten Bekasi Tunggu Revitalisasi
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.47
4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Gelar Pembelajaran Lagi
JawaPos · 24 September 2026 pukul 14.15
4.922 Sekolah Terdampak Bencana Kembali Aktif, 97 Masih Harus Direlokasi
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.00