Protes Pelajar di Prancis Memanas, dari Blokade Sekolah hingga Kerusuhan Massa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Protes pelajar di Créteil, Prancis, pada 17 September 2023 memicu gerakan nasional menuntut penambahan sumber daya sekolah, staf, dan perbaikan fasilitas. Aksi massa meluas hingga lebih dari 2 minggu, menyebabkan penutupan total atau sebagian lebih dari 200 sekolah. Protes berlangsung damai sebagian, namun diisi kerusuhan dengan lebih dari 5.060 penangkapan (87% anak bawah umur) dan cedera pada 170 siswa, 78 staf, serta 600 petugas polisi. Kerusakan meliputi sekolah yang dibakar, dibanji, atau dirusak, termasuk kasus remaja 15 tahun di Lens yang tangannya putus akibat granat polisi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 09.43
Membangun kembali mimpi lewat revitalisasi sekolah
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 20.53
Ngeri Tangan Siswa Prancis Putus Usai Ambil Granat Polisi di Demo Meledak
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 16.16
Ortu Siswa SDN 1 Kebondalem Ngaku Anaknya Pernah Dibully hingga Tak Bisa Kencing
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 12.05
Aksi Protes Pelajar di Prancis Diwarnai Kekerasan, Politik Turut Memanas
Berita terkait
Hampir 80 orang terluka akibat aksi unjuk rasa pelajar di Prancis
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 22.46
Demo Mahasiswa Berlanjut, 400 Sekolah dan Kampus di Prancis Ditutup
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 16.20
Chaos! Pelajar Demo Massal, Rusuh dengan Polisi-5.000 Orang Ditangkap
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 06.23
Berkat Pajak dari Masyarakat, Jutaan Siswa di Jabar Nikmati Bantuan Pendidikan
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 14.30