Memuliakan Ilmu dalam Pembelajaran Mendalam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (PM) tidak hanya berupa perubahan metode mengajar, tetapi juga mencerminkan pemahaman tentang bagaimana manusia belajar dan cara ilmu dipelajari. Konsep 'memuliakan ilmu' menekankan bahwa setiap bidang ilmu memiliki struktur, kaidah, dan tradisi keilmuannya sendiri. Misalnya, matematika melibatkan penalaran dan pembuktian, sementara sejarah membutuhkan analisis sumber dan konteks. Pembelajaran menjadi bermakna ketika peserta didik tidak hanya hafal fakta, tetapi memahami proses berpikir disiplin ilmu yang relevan. Guru berperan penting dalam memuliakan ilmu dengan memahami hakikat ilmu yang diajarkan dan menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik masing-masing disiplin ilmu. Pendekatan PM menekankan tiga fase: memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Aktivitas seperti kolaborasi, proyek, atau penggunaan AI dapat menjadi bagian dari pembelajaran, namun harus tetap mengedepankan inti ilmu dan cara berpikir ilmiah. Kesabaran intelektual dan penghargaan terhadap proses berpikir peserta didik juga menjadi kunci agar pembelajaran benar-benar mendalam. Di era AI, kemampuan kritis menjadi lebih penting. Peserta didik harus belajar menilai kebenaran jawaban, memverifikasi sumber, dan mempertanggungjawabkan pengetahuan. Teknologi dapat mempercepat akses informasi, tetapi nilai ilmu terletak pada kemampuan manusia untuk memahami, menilai, dan menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan prinsip 'less but more' dalam pendekatan ini.
Bagikan
Berita terkait
Persib Tidak Boleh Main di Si Jalak Harupat
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 10.42
Korban Gempa NTT Bertambah, 40 Orang Meninggal Dunia
VOI · 3 September 2026 pukul 10.40
Nelayan Hilang Saat Melaut di Perairan Areguling Lombok, Tim SAR Lanjutkan Pencarian
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 10.40
Lebih Dahsyat dari SKK Migas, Begini Peran Badan Usaha Khusus Migas
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.40