Menara Eiffel Tutup Akibat Aksi Mogok Kerja, Pegawai Perempuan Diduga Dipindah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menara Eiffel di Paris terpaksa ditutup pada Senin setelah para karyawannya menggelar aksi mogok kerja. Aksi protes ini dilatarkakan setelah sejumlah pekerja perempuan dipindahkan dari pos kerja mereka saat menerima kunjungan sekitar 100 orang delegasi dari kelompok Bochasanwasi Akshar Purushottam Swaminarayan Sanstha (BAPS), sebuah kelompok keagamaan Hindu. Para pekerja perempuan diminta untuk meninggalkan tempat kerja agar digantikan oleh laki-laki, sebuah langkah yang dianggap diskriminif oleh serikat pekerja dan para karyawan. Manajemen menara, Société d'Exploitation de la tour Eiffel (SETE), membenarkan bahwa delegasi tersebut meminta kunjungan diatur dengan pembatasan interaksi dengan perempuan, namun mengakui hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan dan prinsip kesetaraan gender. SETE menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai Republik Prancis serta kesetaraan gender. Pihak BAPS Paris juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Insiden ini menuai kritik luas dari berbagai tokoh politik Prancis, termasuk Wali Kota Paris Emmanuel Grégoire, yang menyatakan dukungannya terhadap kemarahan para karyawan dan memastikan akan ada penyelidikan.
Bagikan
Berita terkait
BNPB Usulkan Tambahan Dana Rp 5,67 T untuk Topang Penanganan Bencana 2026
JawaPos · 8 September 2026 pukul 10.45
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini Kembali Diperiksa Kejagung terkait Kasus Asabri dan Jiwasraya
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 10.42
Insiden Kecelakaan di Indonesia Masih Hantui Marc Marquez
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 10.40
Sidang Ade Kuswara dan Roy Suryo Ditunda Imbas Erupsi Anak Krakatau
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 10.38