Mendagri Dorong Kepemimpinan Teknokratik Kepala Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong kepala daerah menerapkan kepemimpinan teknokratik untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian daerah. Hal ini disampaikan saat Sharing Session Pembekalan Calon Kepala OJK Angkatan 3 di Jakarta pada 13 Agustus 2026. Kepemimpinan teknokratik berbasis keahlian dan berorientasi hasil, berbeda dengan pendekatan birokratik yang menekankan prosedur. Tito menegaskan regulasi yang berbelit tidak boleh menghambat pencapaian target pembangunan.
Mendagri menyoroti pengelolaan keuangan daerah. Keberhasilan kepala daerah diukur dari upaya meningkatkan pendapatan, bukan sekadar membelanjakan anggaran. Sumber pendapatan meliputi Transfer ke Daerah (TKD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi. Sektor swasta yang berkembang turut membuka lapangan kerja dan memperbesar penerimaan daerah. Penciptaan iklim usaha ramah investor dengan kemudahan perizinan dinilai kunci penguatan ekonomi. Pengelolaan APBD harus menghindari defisit dan mengutamakan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tito meminta dukungan OJK karena latar belakang kepala daerah beragam, tidak semua memahami sektor jasa keuangan. Kolaborasi tersebut diharapkan memberi pendampingan agar kepala daerah mengambil kebijakan tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.21
Mendagri Dorong Kepemimpinan Teknokratik Kepala Daerah untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 12.11
Mendagri Dorong Kepemimpinan Teknokratik demi Genjot Pendapatan Daerah
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.15
Kunci Tarik Family Office, Menteri Investasi Tegaskan PFII Harus Independen
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.18
Bos IMPC Serok 1,45 Miliar Saham Sekaligus, Nilainya Fantastis Rp1,81 Triliun
Berita terkait
DPRD Ingatkan Pemkab Gunungkidul, Perubahan APBD 2026 Harus Realistis
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 21.21
OJK: ASN Rata-rata Baru Menabung 3 Persen dari Take Home Pay
kumparan · 26 September 2026 pukul 19.45
Baru 30,67 Juta Peserta, Dana Pensiun di Indonesia Punya Ruang Tumbuh Besar
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 10.30
Danantara Turun Tangan Atasi Dana Pensiun BUMN yang Bermasalah
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.57