Kunci Tarik Family Office, Menteri Investasi Tegaskan PFII Harus Independen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554423/original/010210000_1776070274-Menteri_Investasi_dan_HilirisasiKepala_Badan_Koordinasi_Penanaman_Modal__BKPM___Rosan_Roeslani-13_April_2026c.jpg)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan bahwa pengelolaan dana melalui Pusat Keuangan dan Investasi Indonesia (PFII) harus berjalan secara independen, termasuk dari segi manajemen, peradilan, dan pengawasan oleh OJK. Rosan menyampaikan hal ini dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta pada Jumat (14/8/2026). Ia menjelaskan bahwa pemerintah masih berada pada tahap penjajakan awal dengan para calon investor global, khususnya dari kawasan Asia, sementara potensi investor dari Eropa dan Timur Tengah mas masih dalam tahap persiapan. Rosan menilai kawasan Timur Tengah, khususnya Dubai, menyimpan potensi besar sebagai sumber dana investasi, dengan sejumlah pihak dari Dubai yang sudah menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di Indonesia. Pemerintah juga aktif menyerap masukan dari pusat keuangan internasional seperti Dubai International Financial Centre (DIFC) untuk membentuk kerangka kerja PFII yang solid.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 21.00
Rosan Ungkap Respons 110 Investor Global soal PFII
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.54
Rosan Buka-bukaan Alasan Jakarta & Bali Jadi Lokasi PFII
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.25
Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia di Jakarta, Istana Buka Suara
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 16.47
Rosan Sebut Ada Respons Positif Investor Asia Terhadap PFII
Berita terkait
Terkuak Alasan Jakarta & Bali Dipilih Jadi Lokasi PFII
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.15
Hilirisasi Jadi Fokus Investasi 2027, Rosan Bidik Sektor Nonmineral
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Gaet Investor Dunia di PFII Jakarta-Bali, Prabowo Siapkan Insentif Pajak hingga Golden Visa
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 11.18
DPR Dukung PFII, Siapkan Insentif untuk Tarik Modal Global
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 10.03