Mendagri Sebut Prabowo Minta Penertiban Spanduk Promosi: Tidak Indah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak negatif spanduk promosi yang mengganggu keindahan dan kebersihan lingkungan. Dalam rapat sebelumnya, Presiden menyampaikan keinginan agar pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) bekerja sama untuk menciptakan kota yang bersih dan indah. Spanduk atau baliho yang terbuat dari kain atau PVC, menurut Tito, tidak hanya mengganggu estetika tetapi juga berpotensi menjadi sampah. Ia menekankan bahwa hal ini dapat ditertibkan melalui peraturan daerah (perda) yang sesuai.
Tito membandingkan praktik pemasangan spanduk di Indonesia dengan negara-negara maju, yang cenderung tidak menggunakan spanduk bergambar di tempat umum. Negara-negara tersebut lebih cenderung menggunakan teknologi seperti video tron yang dikelola pemerintah. Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong Pemda untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui pendekatan reduce, recycle, dan reuse.
Dalam acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan di Balikpapan, Tito juga menyampaikan bahwa pemerintah mendorong gerakan bersih-bersih sebagai kebiasaan baru. Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dalam ajang tersebut dimenangkan oleh Tana Tidung (kabupaten), Bontang (kota), dan Kalimantan Selatan (provinsi). Sebanyak 32 Pemda mendapat penghargaan dalam ajang yang diselenggarakan oleh Kemendagri dan diselengarakan oleh IPDN.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Bicara Permakultur: 10 Tahun Lahan Gundul Ditargetkan Hijau Kembali
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 07.46
Mendagri Tito Karnavian Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Batch II Regional Sumatera
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 08.30
Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas pada Akhir 2027
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 21.55
Presiden Prabowo Bicara Tentang Alam & Lingkungan, Begini Katanya
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 20.15