Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Mendagri Tito Karnavian Tegur Pemda NTT Terkait Lambatnya Realisasi Anggaran Bencana

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto bahwa penyerapan anggaran penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih lambat meskipun Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp200 miliar telah disalurkan sejak 24 Agustus. Dari sembilan wilayah penerima, hanya Pemerintah Provinsi NTT yang menunjukkan progres signifikan dengan realisasi Rp23,57 miliar atau 43,23% dari total BTT sebesar Rp54,54 miliar. Di tingkat kabupaten, realisasi masih sangat minim, seperti Kabupaten Sikka yang hanya membelanjakan Rp368,46 juta (1,75%) dari total dana Rp21,02 miliar yang tersedia.

Untuk mengatasi kendala administratif, Kemendagri mengirimkan empat tim dari Inspektorat Jenderal untuk pendampingan teknis agar anggaran segera mencapai masyarakat di daerah sulit. Selain itu, Ditjen Dukcapil mengirimkan enam tim untuk membantu pemulihan dokumen kependudukan warga yang hilang akibat bencana, dengan sekitar 11.000 dokumen telah berhasil diproduksi kembali. Tito juga mengonfirmasi koordinasi dengan Menteri ATR/BPN untuk percepatan penerbitan ulang sertifikat tanah milik warga terdampak.

Sementara itu, jumlah pengungsi gempa Flores menyusut drastis menjadi 72.864 jiwa seiring menurunnya aktivitas seismik. BNPB kini fokus pada tahap rehabilitasi rumah warga. Menteri Pertanian juga memastikan belum menerima laporan kerusakan lahan pertanian akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, karhutla, dan gempa NTT. BBKSDA NTT menutup sementara kunjungan wisata alam dan pendakian Gunung Ranakah di TWA Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait